Sabtu, 24 Oktober 2015

KISAH SETAN DENGAN KHOMEINI

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Ini mungkin cerita khoyal dan tidak benar... Cerita humor dan satir
Namun, pesan yang disampaikan di dalamnya adalah benar...
Karena itu sengaja saya terjemahkan secara bebas
Penulis cerita ini adalah Faishal al-Qâsim, dan judul ceritanya adalah :

SETAN PUN PENTING JADI MURID KHOMEINI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

💬 Faishal al-Qâsim menuturkan :

"Suatu hari, setan datang menemui Khomeini, dan terjadilah perbincangan berikut ini :

👹SETAN : Assalamu'alaika wahai tuanku

💀KHOMEINI : wa'alaikas salam. Siapa ente?

👹SETAN : Ane murid ente, setan...

💀KHOMEINI : Ente mau apa?

👹SETAN : Ane pengen belajar sama ente...

💀KHOMEINI : ente mau belajar apa?

👹SETAN : Wahai tuanku, semenjak Adam diciptakan Allâh, ane bersumpah akan menyesatkan anak keturunan Adam. Tapi mereka ini, setelah jatuh berbuat dosa, mereka nyesel dan bertaubat, dan Allah mau menerima taubat mereka.
Jadi ga kesisa buat ane, kecuali cuman berasa malu dan merasa ga berguna!
Sedangkan ente wahai tuanku, dan orang yang seperti ente, bisa membuat manusia itu bermaksiat tapi menganggapnya ibadah, sehingga mereka bermaksiat namun tdk akan bertaubat.

▪Ente ajarin mereka zina dengan kedok nikah mut'ah. Ente bo'ongin mereka bahwa dg mut'ah ini mereka bisa bersenang² dg anggapan ibadah. Akhirnya mereka pun banyak yang berzina dan gak akan bertaubat.

▪Ente ajarin mereka nyembah kuburan, yg mana ini merupakan kesyirikan, dg kedok cinta Ahlul Bait. Sehingga  mereka pun melakukan  kesyirikan dan gak akan mau bertaubat.

▪Ente ajarin mereka utk merendahkan Rasulullah dan sahabatnya dengan kedok memuliakan Ahlul Bait. Kadang² ente bilang kalo Fatimah itu lbh mulia ketimbang bapaknya, kadang² ente juga ngomong kalo Ali itu lbh kuat dari Allah... Dan orang² mau aja ngikutin ente dan ga bakal bertobat...!!!
Tolong ajarkan ane supaya ane bisa kayak ente... "

💀KHOMEINI : Ente bayar dulu khumus (fee seperlima bagian yg dikhususkan utk ahlul bait dan imam syiah) ke ane, ntar ane ajarin ente ..."

Si setan marah bukan kepalang, dengan marahnya dia berkata

👹SETAN : Ane ini menyesatkan manusia ga minta apa²!!! Ane ga pernah ngambil apa² dari mereka, tapi mereka akhirnya meninggalkanku dan bertaubat!!!
Sedangkan ente, sudah menyesatkan mereka tapi juga ngambil harta mereka, ditambah lagi mereka ga mau taubat...!!!

Setan pun dengan emosi meluap, meninggalkan Khomeini sambil berdoa : "A'ûdzubillâh minal Khomeini... A'ûdzubillâh minal Khomeini... Saya berlindung kepada Allah dari Khomeini... Saya berlindung kepada Allah dari Khomeini..."
(selesai)

Silakan tersenyum... Karena agama Syiah memang agama banyolan...

✏ @abinyasalma

Info di atas d dapat dari salah satu group d wa
Maaf jika ada Kesalahan, dan kebenaran hanya milik Allah
Salam sukses Abdulmunibf 
Dakwah itu mudah

KISAH SAHABAT SYA'BAN RA

💜 renungan....
Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA.
Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain.
Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.

Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa.
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA.
Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA.
Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang.
Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA.
Namun tak ada seorangpun yang menjawab .
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.
Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.
RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud.
Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha
( kira-kira 3 jam perjalanan).
Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut. “

Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“ Beliau telah meninggal tadi pagi”
InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah ,
satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban  bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam
“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua,
yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat.
Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing – masing teriakannya dia berucapkalimat

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:
“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “

Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut…
perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.
Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu.
Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.
Saat melihat itu dia berucap:

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA,
mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.
Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang.
Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.
Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.
Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.
Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan.
Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah.
Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.
Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA.
Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia)

Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.
Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba .
Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar,
demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama…
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memperlihatkan ….
ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah.
Demi melihat itu diapun berteriak lagi:

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Sya’ban RA kembali menyesal .
Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah

Masyaallah,

Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,
tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.
Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah.
Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan.. semoga kita bisa lebih baik..minimal sama dengan sahabat sya'ban.

Info di atas d dapat dari salah satu group d wa
Maaf jika ada Kesalahan, dan kebenaran hanya milik Allah
Salam sukses Abdulmunibf 

Dakwah itu mudah

Senin, 19 Oktober 2015

"AKIBAT EMOSI BUTA"

Seorang pengusaha muda mengendarai sedan mewah menuju ke luar kota. Saat melewati perbukitan yg berkelok, ia melihat sebuah truk dari arah berlawanan. Ketika berpapasan ditikungan jalan, pengemudi truk agak melambat, membuka kaca jendela dan berteriak dgn keras, "SAPI!"...

Pengusaha muda tadi tersinggung. Ia langsung membuka kaca jendela dan membalas dgn penuh emosi, "Kamu yg sapi!!". Dan ia terus memaki, "Sapi jelek tdk punya otak!! Dasar gembel!!" Dan kemudian Menancap Gas lagi.

Tiba2 saat mobilnya melewati tikungan, ada puluhan sapi yg bertubuh besar, turun dari perbukitan dan menyeberang jalan. Terlambat bagi si pengusaha utk menghentikan mobilnya. Akhirnya mobilnya menabrak sapi seberat 300 kg. Saat berusaha menghindari sapi lainnya, mobil mewah itu malah terguling dan jatuh kedalam lembah.

Ternyata, teriakan sopir truk tadi bukan ejekan, tetapi justru "Peringatan" utk si pengusaha, kalau ada kawanan sapi yg lewat di depan.......

Ego seringkali menjadi bibit yg bisa memicu emosi buta. Seperti kasus diatas penyampaian yg tidak sesuai dgn kaidah di Kantor / Perusahaannya dianggapnya tidak layak, tidak sopan dan kurang ajar. Padahal ia berada diluar kantor, berada dilingkungan yg berbeda, dgn sifat orang yg berbeda pula. Itu adalah area umum yg memiliki kultur dan kondisi yg berbeda.

Tidak semuanya dapat disesuaikan dgn keadaan dirinya. Akibatnya malah merugikan diri sendiri....

Jika kita memiliki ego yg tinggi dan temperamental, mari belajar utk mengalihkan emosi buta kita pada hal2 yg konstruktif. Jangan langsung emosi saat menghadapi kondisi yg tidak sesuai dgn keinginan kita.

Belajarlah bersabar dan mencari tahu keadaan dibaliknya. Niscaya ini akan lebih menguntungkan kita. Karena melampiaskan emosi kita, memang nyaman utk sesaat, tetapi bisa menjadi penyakit yg merugikan utk jangka panjang.

Info di atas d dapat dari salah satu group d wa
Maaf jika ada Kesalahan, dan kebenaran hanya milik Allah
Salam sukses Abdulmunibf

Dakwah itu mudah